Tema Glow Up tanpa Overthinking dinilai relevan dengan kebutuhan santri putri masa kini. Menurut panitia, tema ini penting agar santri mampu mengenal dan menerima diri sendiri dengan lebih percaya diri. “Kami ingin santri tidak mudah insecure. Dari sini mereka bisa memahami apa yang harus dijaga dan dirawat, terutama kesehatan kulit, tanpa merasa tertekan oleh standar tertentu,” kata salah satu ustadzat pendamping.
Sementara itu, Kak Julia dalam pemaparannya menjelaskan berbagai permasalahan kulit, khususnya di area wajah, seperti kulit berpori-pori besar, berjerawat, berminyak, maupun sensitif. Ia menekankan pentingnya mengenali jenis kulit sebelum memilih produk perawatan. “Merawat diri itu bukan soal tampil berlebihan, tapi tentang mencintai diri sendiri dengan cara yang tepat dan sehat,” tutur Kak Julia dalam sesi materi.
Sepanjang acara, respons peserta terlihat sangat positif. Santri putri aktif bertanya, mengikuti permainan, dan berinteraksi langsung dengan tim Wardah. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga inspiratif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan santri PPM Darunnajat dapat mengekspresikan diri dengan lebih percaya diri. Santri juga memiliki pola pikir positif, serta mampu tampil apa adanya tanpa overthinking. Kegiatan Glow Up tanpa Overthinking pun menjadi bukti bahwa kolaborasi yang baik dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan karakter santri.

