Pruwatan

ASTS Semester Genap 2025–2026 Berjalan Sukses, Disiplin Santri Semakin Meningkat

Asesmen Sumatif Tengah Semester tahun pelajaran 2025–2026 semester genap telah sukses dilaksanakan tanggal 4 April sampai 13 April 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan lancar, diikuti oleh seluruh santri sebagai bagian dari evaluasi capaian pembelajaran selama setengah semester berjalan. Seluruh santri mengikuti kegiatan ASTS dengan penuh kesungguhan, kecuali santri kelas 6 KMI yang pada waktu bersamaan melaksanakan program pendalaman materi sebagai persiapan menghadapi ujian akhir. Pelaksanaan ASTS menjadi momen penting untuk mengukur kemampuan akademik santri sekaligus melatih kedisiplinan dan tanggung jawab dalam mengikuti ujian. Panitia pelaksanaan ASTS dikoordinatori dan diketuai oleh Usth. Nok Mu’awanah, S.Pd. Di bawah kepemimpinannya, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan sistematis dan terorganisir dengan baik. Mulai dari penyusunan jadwal, distribusi soal, hingga pengawasan ujian, semuanya dipersiapkan secara matang demi menjamin kelancaran pelaksanaan ASTS. Dalam keterangannya, Usth. Nok Mu’awanah, S.Pd. menyampaikan, “Kami berupaya semaksimal mungkin agar pelaksanaan ASTS ini berjalan dengan tertib, jujur, dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Kerja sama seluruh panitia dan peserta sangat membantu terciptanya suasana ujian yang kondusif.”

ASTS Semester Genap 2025–2026 Berjalan Sukses, Disiplin Santri Semakin Meningkat Read More »

Dakwah yang Efektif Dimulai dari Skill Bermasyarakat

Santri selama ini dikenal sebagai sosok yang tekun dalam menuntut ilmu agama, berakhlak mulia, serta memiliki kedisiplinan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kehidupan di pesantren membentuk karakter yang kuat, mandiri, dan religius. Namun, di era modern yang penuh dengan perubahan sosial dan perkembangan teknologi, santri tidak cukup hanya memiliki bekal ilmu keagamaan. Mereka juga perlu memiliki keterampilan dalam bermasyarakat agar mampu berperan aktif dan memberikan kontribusi nyata di tengah kehidupan sosial. Pada hakikatnya, manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan orang lain. Setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren, santri akan kembali ke lingkungan masyarakat yang memiliki latar belakang, budaya, dan cara pandang yang beragam. Tanpa kemampuan bersosialisasi yang baik, santri akan kesulitan dalam menyesuaikan diri. Oleh karena itu, keterampilan seperti komunikasi yang efektif, kemampuan mendengarkan, serta sikap toleransi menjadi hal yang sangat penting dimiliki oleh setiap santri. Kemampuan bermasyarakat juga sangat berpengaruh dalam menyampaikan ilmu agama. Dakwah tidak hanya soal isi, tetapi juga cara penyampaian. Santri yang memiliki skill komunikasi yang baik akan mampu menyampaikan pesan dengan bahasa yang mudah dipahami, santun, dan tidak menyinggung perasaan orang lain. Dengan pendekatan yang bijaksana, masyarakat akan lebih terbuka dalam menerima ajaran agama, sehingga nilai-nilai kebaikan dapat tersampaikan dengan lebih efektif. Selain itu, tantangan zaman saat ini semakin kompleks dan beragam. Permasalahan sosial seperti kemiskinan, pergaulan bebas, konflik antarwarga, hingga perubahan nilai budaya membutuhkan peran aktif dari berbagai pihak, termasuk santri. Dengan memiliki keterampilan seperti kepemimpinan, kerja sama tim, dan kemampuan memecahkan masalah, santri dapat menjadi bagian dari solusi. Mereka tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga pelaku perubahan yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Dakwah yang Efektif Dimulai dari Skill Bermasyarakat Read More »

Membangun Karakter, Menguatkan Iman: Mengapa Darunnajat Pilihan Terbaik?

Membangun Karakter, Menguatkan Iman, Memilih pesantren bukan hanya memilih tempat belajar, tetapi memilih lingkungan yang akan membentuk masa depan anak—cara berpikirnya, akhlaknya, kedisiplinannya, hingga jaringan pergaulannya. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, orang tua membutuhkan lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam pembinaan karakter dan spiritual. Di sinilah Pondok Pesantren Modern Darunnajat hadir sebagai solusi pendidikan terpadu. Berikut alasan mengapa harus mondok di Darunnajat: 1. Sistem Pendidikan Terpadu: Ilmu Diniyah & Umum Darunnajat menerapkan sistem KMI (Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah) setara MTs dan MA, dengan dua pilihan program: Sistem ini mengintegrasikan pelajaran agama (aqidah, fiqih, tafsir, hadis, bahasa Arab, dan kitab kuning) dengan pelajaran umum (matematika, sains, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan lainnya). Artinya, santri tidak hanya unggul dalam ilmu keislaman, tetapi juga siap bersaing dalam dunia akademik modern. Kurikulum ini dirancang untuk membentuk lulusan yang cerdas secara intelektual dan matang secara spiritual. 2. Program Tahfidz Al-Qur’an yang Intensif dan Terarah Salah satu program unggulan Darunnajat adalah Program Tahfidz Al-Qur’an dengan sistem pembinaan yang serius dan terstruktur, meliputi: Santri dibiasakan berinteraksi dengan Al-Qur’an setiap hari, baik dalam hafalan, muroja’ah, maupun praktik bacaan yang benar sesuai tajwid. Program ini bertujuan melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya hafal, tetapi juga memahami dan mengamalkan isi kandungannya. 3. Budaya Bahasa Arab & Inggris Aktif Di Darunnajat, bahasa bukan sekadar mata pelajaran, tetapi budaya. Santri dibiasakan menggunakan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris secara aktif (Active Daily Language) dalam kehidupan sehari-hari. Didukung dengan kegiatan seperti: Kemampuan bahasa ini menjadi modal penting bagi santri untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi, baik dalam maupun luar negeri.

Membangun Karakter, Menguatkan Iman: Mengapa Darunnajat Pilihan Terbaik? Read More »

Glow Up Tanpa Overthinking Bersama Wardah, Perkuat Kepercayaan Diri Santri Putri PPM Darunnajat

Glow Up Tanpa Overthinking, Pondok Pesantren Modern (PPM) Darunnajat menggelar kegiatan bertajuk Glow Up tanpa Overthinking bersama Wardah pada Selasa, 16 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi yang dikemas secara edukatif dan kolaboratif antara dunia pesantren dan industri kecantikan, dengan tujuan membangun kepercayaan diri santri putri tanpa rasa insecure berlebihan. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Tim Wardah Purwokerto yang berkoordinasi melalui staf pimpinan PPM Darunnajat. Hadir sebagai narasumber utama dari Wardah, Kak Julia, yang menyampaikan materi seputar perawatan diri dan kesehatan kulit. Kak Julia menyampaikan dengan bahasa ringan dan mudah dipahami oleh santri. Rangkaian acara dipusatkan di lingkungan masjid pesantren. Sesi seminar dan pembagian doorprize dilaksanakan di dalam masjid, sementara berbagai permainan interaktif dari tim Wardah digelar di halaman depan masjid. Peserta kegiatan ini melibatkan seluruh santri putri serta para ustadzat, yang tampak antusias mengikuti setiap sesi. Dalam sambutannya, perwakilan dari pesantren Darunnajat menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap kolaborasi semacam ini dapat terus berlanjut. “Tujuan utama kegiatan ini adalah menjalin silaturahmi dengan adanya kontribusi nyata. Harapannya, pondok dan Wardah bisa saling bekerja sama dalam berbagai event ke depan yang bermanfaat bagi santri,” ujar Usth. Misyka Nuri Fatimah

Glow Up Tanpa Overthinking Bersama Wardah, Perkuat Kepercayaan Diri Santri Putri PPM Darunnajat Read More »

PPM Darunnajat Ikut Sukseskan World Muslim Scout Jamboree

Pondok Pesantren Modern (PPM) Darunnajat kembali menorehkan kiprah positif dalam dunia kepramukaan dengan mengirimkan 32 peserta dan 8 pembina untuk mengikuti World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025. Ajang internasional ini digelar di Bumi Perkemahan Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta, pada 9–14 September 2025, sekaligus menjadi bagian dari peringatan 100 tahun berdirinya Pondok Modern Darussalam Gontor. Kegiatan bergengsi tersebut diikuti lebih dari 15.000 peserta pramuka Muslim dari dalam maupun luar negeri. Rangkaian acara WMSJ dirancang untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, menanamkan nilai-nilai kebersamaan, kemandirian, serta memperluas wawasan para generasi muda Muslim. Pembukaan resmi jambore akbar ini dihadiri langsung oleh Pimpinan PMD Gontor, yang menandai dimulainya kegiatan penuh semangat kebersamaan dan semarak peringatan seabad Gontor. Menurut Ibni Rifaat, salah satu peserta asal PPM Darunnajat, kegiatan ini memberikan pengalaman berharga yang sulit dilupakan. “WMSJ adalah kegiatan yang sangat bermanfaat. Banyak keseruan dan tantangan yang kami lakukan bersama-sama. Selain itu, kami memperoleh pengetahuan baru—hal-hal yang selama ini hanya ‘katanya’ akhirnya terbukti nyata,” ujarnya dengan penuh antusias. Testimoni tersebut mencerminkan bahwa jambore ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga ruang belajar dan eksplorasi. Selama enam hari pelaksanaan, peserta mengikuti beragam kegiatan menarik seperti permainan edukatif, pelatihan keterampilan kepramukaan, diskusi kepemimpinan, hingga pentas seni budaya. Keseruan acara semakin meriah dengan penampilan guest star kenamaan, di antaranya Iwan Fals, Fatin Shidqia, Wali Band, dan Rafi Ahmad. Tausiah dan motivasi juga disampaikan oleh Ustadz Lukman Hakim, memberikan inspirasi rohani kepada para peserta. Selain itu, sarasehan pembina menjadi salah satu momen penting yang mempertemukan para pembina pramuka dari berbagai daerah dan negara. Kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Abdul Mu’ti bersama beberapa tokoh besar kepramukaan dan masyarakat. Pertemuan ini bertujuan memperkuat jejaring, berbagi pengalaman, serta memperkaya metode pembinaan pramuka di masa depan. Puncak kegiatan WMSJ 2025 ditutup pada Sabtu malam Ahad (13 September) dalam suasana penuh suka cita dan kekhidmatan. Penutupan dihadiri oleh Gubernur Jakarta, Pimpinan PMD Gontor, serta Kak Kwarnas, yang memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta dan panitia. Acara penutupan ini diakhiri oleh berdendang bersama Wali Band. Kehadiran tokoh-tokoh penting ini menambah kesan mendalam bagi para peserta, termasuk kontingen PPM Darunnajat. Partisipasi PPM Darunnajat dalam WMSJ 2025 menjadi bukti komitmen lembaga pendidikan ini untuk terus mendukung pembentukan karakter generasi muda melalui kegiatan positif. Keterlibatan mereka tidak hanya membawa nama baik pesantren, tetapi juga memperkuat semangat persaudaraan lintas daerah dan negara. Melalui kegiatan ini, PPM Darunnajat berharap para santri dapat mengimplementasikan nilai-nilai kebersamaan, kemandirian, dan keilmuan yang diperoleh selama jambore. Pengalaman internasional ini diharapkan menjadi bekal berharga dalam mewujudkan generasi tangguh menuju Indonesia Emas 2045, sejalan dengan semangat peringatan seabad Gontor sebagai tonggak kebangkitan pendidikan dan kepramukaan Islam.

PPM Darunnajat Ikut Sukseskan World Muslim Scout Jamboree Read More »