El-chariem02

Membangun Karakter, Menguatkan Iman: Mengapa Darunnajat Pilihan Terbaik?

Membangun Karakter, Menguatkan Iman, Memilih pesantren bukan hanya memilih tempat belajar, tetapi memilih lingkungan yang akan membentuk masa depan anak—cara berpikirnya, akhlaknya, kedisiplinannya, hingga jaringan pergaulannya. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, orang tua membutuhkan lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam pembinaan karakter dan spiritual. Di sinilah Pondok Pesantren Modern Darunnajat hadir sebagai solusi pendidikan terpadu. Berikut alasan mengapa harus mondok di Darunnajat: 1. Sistem Pendidikan Terpadu: Ilmu Diniyah & Umum Darunnajat menerapkan sistem KMI (Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah) setara MTs dan MA, dengan dua pilihan program: Sistem ini mengintegrasikan pelajaran agama (aqidah, fiqih, tafsir, hadis, bahasa Arab, dan kitab kuning) dengan pelajaran umum (matematika, sains, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan lainnya). Artinya, santri tidak hanya unggul dalam ilmu keislaman, tetapi juga siap bersaing dalam dunia akademik modern. Kurikulum ini dirancang untuk membentuk lulusan yang cerdas secara intelektual dan matang secara spiritual. 2. Program Tahfidz Al-Qur’an yang Intensif dan Terarah Salah satu program unggulan Darunnajat adalah Program Tahfidz Al-Qur’an dengan sistem pembinaan yang serius dan terstruktur, meliputi: Santri dibiasakan berinteraksi dengan Al-Qur’an setiap hari, baik dalam hafalan, muroja’ah, maupun praktik bacaan yang benar sesuai tajwid. Program ini bertujuan melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya hafal, tetapi juga memahami dan mengamalkan isi kandungannya. 3. Budaya Bahasa Arab & Inggris Aktif Di Darunnajat, bahasa bukan sekadar mata pelajaran, tetapi budaya. Santri dibiasakan menggunakan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris secara aktif (Active Daily Language) dalam kehidupan sehari-hari. Didukung dengan kegiatan seperti: Kemampuan bahasa ini menjadi modal penting bagi santri untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi, baik dalam maupun luar negeri.

Membangun Karakter, Menguatkan Iman: Mengapa Darunnajat Pilihan Terbaik? Read More »

Goresan Tinta Menjelajah Dunia

Goresan Tinta Menjelajah Dunia, Di sebuah desa kecil yang dikelilingi sawah hijau dan suara adzan yang syahdu, berdirilah sebuah pondok pesantren sederhana bernama Dar El Karim. Di sanalah seorang santri bernama Ahmad menuntut ilmu. Ahmad bukan santri yang paling pandai dalam pelajaran kitab kuning, juga bukan yang paling lantang suaranya saat muhadharah. Namun, ia memiliki satu kelebihan yang membuatnya berbeda: tangannya sangat terampil dalam menulis kaligrafi. Sejak kecil, Ahmad sudah tertarik melihat huruf-huruf Arab yang indah menghiasi dinding masjid. Ia sering menyalin tulisan dari mushaf Al-Qur’an dengan pensil sederhana di atas kertas bekas. Ketika masuk pesantren Dar El Karim, bakatnya semakin terasah. Setiap sore setelah mengaji, ia duduk di serambi masjid, membawa tinta dan pena bambunya, lalu mulai menari bersama huruf-huruf hijaiyah. Kyai Hamdan, pengasuh pesantren Dar El Karim, suatu hari memperhatikan hasil karya Ahmad. Tulisan “Bismillahirrahmanirrahim” yang dibuat Ahmad terlihat begitu halus, seimbang, dan penuh perasaan. “Ahmad,” kata Kyai Hamdan lembut, “kaligrafi bukan hanya soal keindahan, tapi juga tentang kesabaran dan cinta pada ayat-ayat Allah. Teruslah berlatih. Siapa tahu, tulisanmu akan membawamu ke tempat-tempat yang tak pernah kamu bayangkan.” Ahmad menyimpan nasihat itu dalam hatinya. Waktu berlalu. Ahmad semakin mahir. Ia mempelajari berbagai gaya tulisan seperti Naskhi, Tsuluts, dan Diwani dari buku-buku lama milik perpustakaan Dar El Karim. Ia juga belajar secara otodidak melalui video yang dipinjam dari warnet desa. Ketekunannya membuahkan hasil. Suatu hari, seorang tamu dari kota datang ke pesantren dan melihat karya-karyanya dipajang di aula Dar El Karim. Tamu itu adalah seorang kurator seni Islam dari Jakarta. Ia kagum melihat detail dan ketelitian Ahmad. “Siapa yang membuat ini?” tanyanya. “Saya, Pak,” jawab Ahmad dengan suara pelan.

Goresan Tinta Menjelajah Dunia Read More »

Glow Up Tanpa Overthinking Bersama Wardah, Perkuat Kepercayaan Diri Santri Putri PPM Darunnajat

Glow Up Tanpa Overthinking, Pondok Pesantren Modern (PPM) Darunnajat menggelar kegiatan bertajuk Glow Up tanpa Overthinking bersama Wardah pada Selasa, 16 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi yang dikemas secara edukatif dan kolaboratif antara dunia pesantren dan industri kecantikan, dengan tujuan membangun kepercayaan diri santri putri tanpa rasa insecure berlebihan. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Tim Wardah Purwokerto yang berkoordinasi melalui staf pimpinan PPM Darunnajat. Hadir sebagai narasumber utama dari Wardah, Kak Julia, yang menyampaikan materi seputar perawatan diri dan kesehatan kulit. Kak Julia menyampaikan dengan bahasa ringan dan mudah dipahami oleh santri. Rangkaian acara dipusatkan di lingkungan masjid pesantren. Sesi seminar dan pembagian doorprize dilaksanakan di dalam masjid, sementara berbagai permainan interaktif dari tim Wardah digelar di halaman depan masjid. Peserta kegiatan ini melibatkan seluruh santri putri serta para ustadzat, yang tampak antusias mengikuti setiap sesi. Dalam sambutannya, perwakilan dari pesantren Darunnajat menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap kolaborasi semacam ini dapat terus berlanjut. “Tujuan utama kegiatan ini adalah menjalin silaturahmi dengan adanya kontribusi nyata. Harapannya, pondok dan Wardah bisa saling bekerja sama dalam berbagai event ke depan yang bermanfaat bagi santri,” ujar Usth. Misyka Nuri Fatimah

Glow Up Tanpa Overthinking Bersama Wardah, Perkuat Kepercayaan Diri Santri Putri PPM Darunnajat Read More »

Khataman Al-Qur’an Bil Ghaib JQH Darunnajat Sambut Nisfu Sya’ban

Dalam rangka memperingati Nisfu Sya’ban, Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz (JQH) Darunnajat menggelar kegiatan Khataman Al-Qur’an bil ghaib yang berlangsung dengan penuh khidmat dan keberkahan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota JQH Darunnajat, yang terdiri dari para khodimat yang rutin menyetorkan hafalan kepada Umi Nyai Hj. Qurotul Aini, serta beberapa warga hafidzah (khafidzoh) Tegalmunding. Acara ini berada di bawah bimbingan Umi Nyai Hj. Qurotul Aini dan Umi Nyai Hj. Rohimatun. Khataman Al-Qur’an bil ghaib dilaksanakan pada 13 Sya’ban 1447 H sore hingga 14 Sya’ban 1447 H siang, bertepatan dengan 1–2 Februari 2026 M, bertempat di kediaman Ust. Angko Wildan dan Usth. Nidaul Fikroh. Rangkaian acara diawali dengan tawasul dan doa bersama. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur’an bil ghaib dari juz 1 sampai juz 30. Ketentuan setiap peserta membaca satu juz yang telah ditentukan sebelumnya hingga khataman selesai. Salah satu anggota JQH, Usth. Anaz, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk peringatan Nisfu Sya’ban, tetapi juga sebagai sarana menjaga kualitas hafalan Al-Qur’an. “Khataman Al-Qur’an bil ghaib ini merupakan agenda rutin tahunan yang sudah menjadi tradisi. Selain sebagai bentuk syiar Al-Qur’an, kegiatan ini juga sangat penting untuk menambah himmah para hafidzah dalam muroja’ah dan menjaga kelancaran hafalan,” ujar Usth. Anaz. Ia juga menambahkan bahwa antusiasme peserta menjadi bukti kuatnya kecintaan para anggota JQH Darunnajat terhadap Al-Qur’an. Seluruh peserta tampak sangat bersemangat mengikuti rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir. Diharapkan, melalui agenda ini, nilai-nilai kecintaan terhadap Al-Qur’an terus terjaga dan mampu memperkuat spiritualitas para hafidzah dalam menyambut malam penuh keberkahan Nisfu Sya’ban.

Khataman Al-Qur’an Bil Ghaib JQH Darunnajat Sambut Nisfu Sya’ban Read More »

JUMPA MAULANA Digelar Khidmat, Jamaah Padati Malam Jum’at Pahing

Kegiatan JUMPA MAULANA (Jum’at Pahing Maulid lan Manaqib) kembali digelar dengan penuh kekhidmatan pada malam Jum’at Pahing. Acara yang dihadiri oleh para jamaah dari berbagai daerah ini berlangsung selepas shalat Isya. JumPa MauLaNa dipenuhi dengan rangkaian amalan keagamaan yang sarat makna spiritual. Acara dimulai setelah pembacaan Surah Yasin yang diawali dengan lantunan Burdah. Suasana semakin khusyuk ketika Burdah selesai dibacakan dan dilanjutkan dengan Mahallul Qiyam, di mana seluruh jamaah berdiri dengan penuh penghormatan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad ﷺ. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Yai Nabhan Perdana. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menjaga amalan shalawat dan istiqamah dalam beribadah.

JUMPA MAULANA Digelar Khidmat, Jamaah Padati Malam Jum’at Pahing Read More »

Tim Debat Bahasa Arab Darunnajat Tembus Semifinal Nasional

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Madrasah Aliyah (MA) Darunnajat. Tim Debat Bahasa Arab Putri MA Darunnajat berhasil lolos ke babak semifinal Lomba Debat Bahasa Arab tingkat nasional dalam rangkaian World Arabic Language Day yang akan diselenggarakan pada 25 Januari 2025 di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Tim debat putri MA Darunnajat yang beranggotakan Feli Nur, Alisa, dan Sakhiya Reyna menunjukkan performa gemilang sejak babak penyisihan. Pada fase tersebut, mereka harus berhadapan dengan tim-tim kuat, yakni PP. Lu’lu wal Marjan dan Al-Hikmah 2 Putri. Melalui argumentasi yang tajam, penguasaan bahasa Arab yang baik, serta kerja sama tim yang solid, MA Darunnajat Putri berhasil memastikan satu tempat di babak semifinal. Keberhasilan ini membawa kebahagiaan tersendiri bagi para anggota tim. Salah satu anggota tim, Feli Nur, mengungkapkan rasa syukurnya bisa kembali berjuang membawa nama Darunnajat di ajang nasional yang sama. “Saya sangat senang dan bersyukur bisa kembali berjuang untuk Darunnajat di UII untuk yang kedua kalinya. Ini menjadi pengalaman berharga dan motivasi besar bagi saya untuk memberikan yang terbaik di babak semifinal,” ujar Feli. Kebahagiaan juga dirasakan oleh musyrifah sekaligus pembimbing tim debat, Usth. Najwa Ulya Sari. Ia mengaku bangga atas kerja keras dan kesungguhan para santri selama proses latihan hingga pertandingan. “Saya sangat senang dan bangga bisa membimbing anak-anak debat hingga akhirnya mengantarkan mereka lolos ke semifinal offline di UII. Ini adalah hasil dari latihan yang konsisten, semangat juang, dan kekompakan tim,” tutur Usth. Najwa. Dengan lolosnya tim Debat Bahasa Arab Putri MA Darunnajat ke babak semifinal, diharapkan prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi santri lainnya untuk terus berprestasi, khususnya dalam penguasaan bahasa Arab dan ajang kompetisi akademik tingkat nasional. Tim MA Darunnajat Putri pun kini tengah mempersiapkan diri secara maksimal untuk menghadapi babak semifinal yang akan digelar di Yogyakarta.

Tim Debat Bahasa Arab Darunnajat Tembus Semifinal Nasional Read More »

PPM Darunnajat Ikut Sukseskan World Muslim Scout Jamboree

Pondok Pesantren Modern (PPM) Darunnajat kembali menorehkan kiprah positif dalam dunia kepramukaan dengan mengirimkan 32 peserta dan 8 pembina untuk mengikuti World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025. Ajang internasional ini digelar di Bumi Perkemahan Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta, pada 9–14 September 2025, sekaligus menjadi bagian dari peringatan 100 tahun berdirinya Pondok Modern Darussalam Gontor. Kegiatan bergengsi tersebut diikuti lebih dari 15.000 peserta pramuka Muslim dari dalam maupun luar negeri. Rangkaian acara WMSJ dirancang untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, menanamkan nilai-nilai kebersamaan, kemandirian, serta memperluas wawasan para generasi muda Muslim. Pembukaan resmi jambore akbar ini dihadiri langsung oleh Pimpinan PMD Gontor, yang menandai dimulainya kegiatan penuh semangat kebersamaan dan semarak peringatan seabad Gontor. Menurut Ibni Rifaat, salah satu peserta asal PPM Darunnajat, kegiatan ini memberikan pengalaman berharga yang sulit dilupakan. “WMSJ adalah kegiatan yang sangat bermanfaat. Banyak keseruan dan tantangan yang kami lakukan bersama-sama. Selain itu, kami memperoleh pengetahuan baru—hal-hal yang selama ini hanya ‘katanya’ akhirnya terbukti nyata,” ujarnya dengan penuh antusias. Testimoni tersebut mencerminkan bahwa jambore ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga ruang belajar dan eksplorasi. Selama enam hari pelaksanaan, peserta mengikuti beragam kegiatan menarik seperti permainan edukatif, pelatihan keterampilan kepramukaan, diskusi kepemimpinan, hingga pentas seni budaya. Keseruan acara semakin meriah dengan penampilan guest star kenamaan, di antaranya Iwan Fals, Fatin Shidqia, Wali Band, dan Rafi Ahmad. Tausiah dan motivasi juga disampaikan oleh Ustadz Lukman Hakim, memberikan inspirasi rohani kepada para peserta. Selain itu, sarasehan pembina menjadi salah satu momen penting yang mempertemukan para pembina pramuka dari berbagai daerah dan negara. Kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Abdul Mu’ti bersama beberapa tokoh besar kepramukaan dan masyarakat. Pertemuan ini bertujuan memperkuat jejaring, berbagi pengalaman, serta memperkaya metode pembinaan pramuka di masa depan. Puncak kegiatan WMSJ 2025 ditutup pada Sabtu malam Ahad (13 September) dalam suasana penuh suka cita dan kekhidmatan. Penutupan dihadiri oleh Gubernur Jakarta, Pimpinan PMD Gontor, serta Kak Kwarnas, yang memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta dan panitia. Acara penutupan ini diakhiri oleh berdendang bersama Wali Band. Kehadiran tokoh-tokoh penting ini menambah kesan mendalam bagi para peserta, termasuk kontingen PPM Darunnajat. Partisipasi PPM Darunnajat dalam WMSJ 2025 menjadi bukti komitmen lembaga pendidikan ini untuk terus mendukung pembentukan karakter generasi muda melalui kegiatan positif. Keterlibatan mereka tidak hanya membawa nama baik pesantren, tetapi juga memperkuat semangat persaudaraan lintas daerah dan negara. Melalui kegiatan ini, PPM Darunnajat berharap para santri dapat mengimplementasikan nilai-nilai kebersamaan, kemandirian, dan keilmuan yang diperoleh selama jambore. Pengalaman internasional ini diharapkan menjadi bekal berharga dalam mewujudkan generasi tangguh menuju Indonesia Emas 2045, sejalan dengan semangat peringatan seabad Gontor sebagai tonggak kebangkitan pendidikan dan kepramukaan Islam.

PPM Darunnajat Ikut Sukseskan World Muslim Scout Jamboree Read More »