Uncategorized

Goresan Tinta Menjelajah Dunia

Goresan Tinta Menjelajah Dunia, Di sebuah desa kecil yang dikelilingi sawah hijau dan suara adzan yang syahdu, berdirilah sebuah pondok pesantren sederhana bernama Dar El Karim. Di sanalah seorang santri bernama Ahmad menuntut ilmu. Ahmad bukan santri yang paling pandai dalam pelajaran kitab kuning, juga bukan yang paling lantang suaranya saat muhadharah. Namun, ia memiliki satu kelebihan yang membuatnya berbeda: tangannya sangat terampil dalam menulis kaligrafi. Sejak kecil, Ahmad sudah tertarik melihat huruf-huruf Arab yang indah menghiasi dinding masjid. Ia sering menyalin tulisan dari mushaf Al-Qur’an dengan pensil sederhana di atas kertas bekas. Ketika masuk pesantren Dar El Karim, bakatnya semakin terasah. Setiap sore setelah mengaji, ia duduk di serambi masjid, membawa tinta dan pena bambunya, lalu mulai menari bersama huruf-huruf hijaiyah. Kyai Hamdan, pengasuh pesantren Dar El Karim, suatu hari memperhatikan hasil karya Ahmad. Tulisan “Bismillahirrahmanirrahim” yang dibuat Ahmad terlihat begitu halus, seimbang, dan penuh perasaan. “Ahmad,” kata Kyai Hamdan lembut, “kaligrafi bukan hanya soal keindahan, tapi juga tentang kesabaran dan cinta pada ayat-ayat Allah. Teruslah berlatih. Siapa tahu, tulisanmu akan membawamu ke tempat-tempat yang tak pernah kamu bayangkan.” Ahmad menyimpan nasihat itu dalam hatinya. Waktu berlalu. Ahmad semakin mahir. Ia mempelajari berbagai gaya tulisan seperti Naskhi, Tsuluts, dan Diwani dari buku-buku lama milik perpustakaan Dar El Karim. Ia juga belajar secara otodidak melalui video yang dipinjam dari warnet desa. Ketekunannya membuahkan hasil. Suatu hari, seorang tamu dari kota datang ke pesantren dan melihat karya-karyanya dipajang di aula Dar El Karim. Tamu itu adalah seorang kurator seni Islam dari Jakarta. Ia kagum melihat detail dan ketelitian Ahmad. “Siapa yang membuat ini?” tanyanya. “Saya, Pak,” jawab Ahmad dengan suara pelan.

Goresan Tinta Menjelajah Dunia Read More »

Glow Up Tanpa Overthinking Bersama Wardah, Perkuat Kepercayaan Diri Santri Putri PPM Darunnajat

Glow Up Tanpa Overthinking, Pondok Pesantren Modern (PPM) Darunnajat menggelar kegiatan bertajuk Glow Up tanpa Overthinking bersama Wardah pada Selasa, 16 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi yang dikemas secara edukatif dan kolaboratif antara dunia pesantren dan industri kecantikan, dengan tujuan membangun kepercayaan diri santri putri tanpa rasa insecure berlebihan. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Tim Wardah Purwokerto yang berkoordinasi melalui staf pimpinan PPM Darunnajat. Hadir sebagai narasumber utama dari Wardah, Kak Julia, yang menyampaikan materi seputar perawatan diri dan kesehatan kulit. Kak Julia menyampaikan dengan bahasa ringan dan mudah dipahami oleh santri. Rangkaian acara dipusatkan di lingkungan masjid pesantren. Sesi seminar dan pembagian doorprize dilaksanakan di dalam masjid, sementara berbagai permainan interaktif dari tim Wardah digelar di halaman depan masjid. Peserta kegiatan ini melibatkan seluruh santri putri serta para ustadzat, yang tampak antusias mengikuti setiap sesi. Dalam sambutannya, perwakilan dari pesantren Darunnajat menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap kolaborasi semacam ini dapat terus berlanjut. “Tujuan utama kegiatan ini adalah menjalin silaturahmi dengan adanya kontribusi nyata. Harapannya, pondok dan Wardah bisa saling bekerja sama dalam berbagai event ke depan yang bermanfaat bagi santri,” ujar Usth. Misyka Nuri Fatimah

Glow Up Tanpa Overthinking Bersama Wardah, Perkuat Kepercayaan Diri Santri Putri PPM Darunnajat Read More »

Garis putih di atas aspal abu-abu

Di perumahan Griya senja, Bumi dikenal sebagai anak yang ‘kasihan’. Di usianya yang ke tujuh, dia bahkan masih sering memakai kaus kaki terbalik. Dia selalu kalah petak umpet dengan teman-teman sebayanya, bukan karena dia tidak pandai bermain, hanya saja karena dia selalu bersembunyi di balik pohon yang lebih kecil dari tubuhnya. Dia lambat, kikuk, dan seringkali terlihat seolah-olah pikirannya sedang tertinggal di planet lain. Namun, setiap pukul 16:00 sore, tepat saat lonceng penjual es tong-tong lewat, Bumi akan keluar rumah dengan sepotong kapur putih di tangan kanannya itu. Saat ulang tahunnya yang ke tujuh, orang tuanya membelikannya satu kotak penuh kapur tulis putih sebagai hadiah, mendengar dari guru di sekolahnya bahwa Bumi selalu mencorat-coret papan tulis dengan kapur bahkan dinding pun tak luput dari coretan nya. Apa yang ia lakukan memang kekanak-kanakan dan cukup merugikan sekolah, tapi melihat Bumi yang tidak bisa melakukan apapun dengan benar, setidaknya hanya itulah yang bisa ia lakukan. “Bumi bebas melakukan apapun yang Bumi suka, tidak harus seperti yang dilakukan orang lain, cukup untuk membuat Bumi senang saja” itulah yang orang tuanya ucapkan saat Bumi terlihat sangat senang menerima hadiah sekotak kapur putih itu. Setiap sore hari dia tidak pergi ke taman bermain, melainkan menuju ke buntu sudut di ujung jalan blok C. Di sana, terdapat area aspal yang sudah retak-retak di sana sini termakan usia. Bumi datar di atas aspal kasar itu, mengabaikan debu yang mengotori celana pendeknya, lalu menarik satu garis lurus. Hanya satu garis, panjangnya mungkin sekitar 10 sentimeter. “Bumi, ayo main bola!” teriak anak-anak lain yang lewat. Bumi tidak menoleh. Tatapannya tertuju pada ujung kapur yang bergesekan dengan kasar dengan permukaan aspal.

Garis putih di atas aspal abu-abu Read More »

Khataman Al-Qur’an Bil Ghaib JQH Darunnajat Sambut Nisfu Sya’ban

Dalam rangka memperingati Nisfu Sya’ban, Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz (JQH) Darunnajat menggelar kegiatan Khataman Al-Qur’an bil ghaib yang berlangsung dengan penuh khidmat dan keberkahan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota JQH Darunnajat, yang terdiri dari para khodimat yang rutin menyetorkan hafalan kepada Umi Nyai Hj. Qurotul Aini, serta beberapa warga hafidzah (khafidzoh) Tegalmunding. Acara ini berada di bawah bimbingan Umi Nyai Hj. Qurotul Aini dan Umi Nyai Hj. Rohimatun. Khataman Al-Qur’an bil ghaib dilaksanakan pada 13 Sya’ban 1447 H sore hingga 14 Sya’ban 1447 H siang, bertepatan dengan 1–2 Februari 2026 M, bertempat di kediaman Ust. Angko Wildan dan Usth. Nidaul Fikroh. Rangkaian acara diawali dengan tawasul dan doa bersama. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur’an bil ghaib dari juz 1 sampai juz 30. Ketentuan setiap peserta membaca satu juz yang telah ditentukan sebelumnya hingga khataman selesai. Salah satu anggota JQH, Usth. Anaz, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk peringatan Nisfu Sya’ban, tetapi juga sebagai sarana menjaga kualitas hafalan Al-Qur’an. “Khataman Al-Qur’an bil ghaib ini merupakan agenda rutin tahunan yang sudah menjadi tradisi. Selain sebagai bentuk syiar Al-Qur’an, kegiatan ini juga sangat penting untuk menambah himmah para hafidzah dalam muroja’ah dan menjaga kelancaran hafalan,” ujar Usth. Anaz. Ia juga menambahkan bahwa antusiasme peserta menjadi bukti kuatnya kecintaan para anggota JQH Darunnajat terhadap Al-Qur’an. Seluruh peserta tampak sangat bersemangat mengikuti rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir. Diharapkan, melalui agenda ini, nilai-nilai kecintaan terhadap Al-Qur’an terus terjaga dan mampu memperkuat spiritualitas para hafidzah dalam menyambut malam penuh keberkahan Nisfu Sya’ban.

Khataman Al-Qur’an Bil Ghaib JQH Darunnajat Sambut Nisfu Sya’ban Read More »

JUMPA MAULANA Digelar Khidmat, Jamaah Padati Malam Jum’at Pahing

Kegiatan JUMPA MAULANA (Jum’at Pahing Maulid lan Manaqib) kembali digelar dengan penuh kekhidmatan pada malam Jum’at Pahing. Acara yang dihadiri oleh para jamaah dari berbagai daerah ini berlangsung selepas shalat Isya. JumPa MauLaNa dipenuhi dengan rangkaian amalan keagamaan yang sarat makna spiritual. Acara dimulai setelah pembacaan Surah Yasin yang diawali dengan lantunan Burdah. Suasana semakin khusyuk ketika Burdah selesai dibacakan dan dilanjutkan dengan Mahallul Qiyam, di mana seluruh jamaah berdiri dengan penuh penghormatan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad ﷺ. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Yai Nabhan Perdana. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menjaga amalan shalawat dan istiqamah dalam beribadah.

JUMPA MAULANA Digelar Khidmat, Jamaah Padati Malam Jum’at Pahing Read More »